Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Konsep Shell dan Scheduling pada Linux

 Shell dan Scheduling pada Linux.



Berawal dari tugas yang saya tidak tahu kalau ada tugas dan suruh ngapain.. he.. lol. Tanpa tanya ke teman, langsung aja buat pokoknya tentang shell dan sceduling. Oke, kali ini kita akan kupas tuntas tentang kedua tema tersebut.

Shell

Pertama shell, apa sih itu shell? Apakah sama dengan terminal dan console? Lalu, apakah bash itu sendiri? Kebanyakan orang sering tertukar terminologi dari istilah-istilah tersebut. Untuk penjelasan mengenai shell sebagai berikut.

Shell merupakan sebuah program penerjemah perintah yang menghubungkan komunikasi antara pengguna dengan kernel (inti) sistem operasi. Dengan begitu pengguna dapat memerintahkan sistem operasi apa yang harus dikerjakannya. Sistem operasi linux memilik lebih dari satu shell. Tujuannya agar meningkatkan kehandalan dari sistem operasi linux karena masing-masing shell memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi pengguna dapat bergantian memilih shell yang paling baik untuk menyelesaikan pekerjaannya tertentu.

Shell yang dimiliki linux antara lain Bourne Again Shell (bash), Bourne Shell (sh), C shell (csh), Korn shell (ksh), dan masih banyak lagi. Kalau pengen tahu yahooing aja, semoga aja nemu.. he... Shell yang sering dipakai adalah Bourne Again Shell karena merupakan pengembangan dari Bourne Shell dan memiliki kelebihan dari Korn Shell dan C Shell.

Dua istilah sudah dibahas, lalu apa yang dimaksud terminal dan console? Nah, untuk terminal (tty) adalah sebuah program wrapper yang menjalankan shell yang berfungsi sebagai environment masukan dan keluaran (input-output). Sementara konsol adalah istilah fisik (bentuk fisik) dari terminal. Untuk terminal dan console dapat gambarkan seperti software dan hardware. Lalu contohnya terminal apa aja..? Banyak bangeets kawan!

Biasanya masing-masing DE (Desktop Environment) memiliki terminal khas masing-masing. Contohnya DE GNOME mempunyai Gnome-Terminal, ROXTerm, Eterm, Rxvt dan Guake, trus KDE kesukaan saya mempunyai Konsol dan Yakuake, lalu yang khas dengan GTK+ ada Tilda, trus DE LXDE punya yang namanya LXTerminal, terakhir si lincah XFCE punya XFCE4. Untuk yang lainya bisa yahooing aja.

Bash

Waduh.. jadi nglantur nih arah pembicaraannya. Padahal mau nugasss. Oke, kembali ke masalah Bash. Berbeda pada DOS, Bash memiliki sifat case sensitive, tidak menggunakan format file dan menggunakan "\" sebagai pemisah direktori dan "/" sebagai escape characther sementara di DOS memakai "\" sebagai argument delimiter dan "/" sebagai pemisah direktori.


Untuk penjelasan mengenai karakter khusus yang dipakai Bash sebagai berikut ini.

1. Karakter "\"
Escape character, untuk menggunakan karakter khusus pada perintah shell. Conto : cd Dokumen\ Kuliah
2. Karakter "/"
Pemisah direktori. Contoh : cd \home\arief
3. Karakter "."
Atribut untuk menyembunyikan file/folder. Contoh folder tersembunyi .wine
4. Karakter ".."
Karakter untuk menunjukan parent directory. Contoh : cd ..
5. Karakter "~"
Karakter untuk menunjukan directory home. Contoh : cd ~
6. Karakter "*"
Karakter untuk mewakili beberapa karakter yang belum diketahui. Contoh : find TP*
7. Karakter "{}"
Karakter untuk mewakili beberapa nilai dalam range yang telah ditentukan. Contoh : touch TP{1..5}Basdat.sql
8. Karakter "?"
Karakter untuk mewakili satu karakter yang belum diketahui. Contoh : find TP?Basdat.sql atau find TP??asdat.sql
9. Karakter "|"
Karakter untuk mengalihkan output dari satu perintah ke perintah lainnya. Contoh : ls | more
10. Karakter ">"
Karakter untuk menyalin output suatu perintah ke file teks.
11. Karakter ">>"
Karakter untuk menambahkan output suatu perintah ke file teks.
12. Karakter ";"
Karakter untuk mengeksekusi lebih dari satu perintah.
13. Karakter "&&"
Karakter untuk mengeksekusi lebih dari satu perintah dengan syarat perintah pertama tidak error.
14. Karakter "&"
Karakter untuk mengeksekusi lebih dari suatu perintah di background.
 
Selanjutnya dalam bentuk apakah perintah tersebut? Apakah ada begitu saja? Coba teman-teman buka direktori /bin lalu hapus nano dan selanjutnya panggil "nano fileteks.txt".  Perintah-perintah tersebut adalah sebuah program yang kita dapat mengeksekusinya dengan memanggil nama file-nya melalui Shell.

Perintah-perintah tersebut juga memiliki argument atau atribut pilihan sesuai kebutuhan. Biasanya format penulisannya seperti ini 
command [-argument] [-argument] [--argument] [file]
Contoh :  
cat -n belajar.sh

Selain itu kita juga bisa membuat program/perintah itu loh dan maaf mungkin lain kali saja penulis bahas karena ini tugass. Terakhir ada perintah-perintah pada bash yang berisi petunjuk mengenai perintah-perintah lain. Beberapa diantaranya adalah info dan man. Selain itu ada juga atribut untuk mengetahui petunjuk singkat mengenai suatu perintah, yaitu [--help] atau [-h].

Scheduling

Pokok bahasan yang tidak kalah penting kali ini adalah scheduling. Dengan sistem operasi linux, pengguna dapan membuat jadwal suatu perintah. Misalnya kita sudah membuat terminal program/perintah dan ingin otomatis berjalan pada background. Pada sistem operasi linux, kita dapat membuat penjadwalan beberapa diantaranya menggunakan perintah "crontab" dan "at".

Crontab

Perintah crontab dapat diinstall dengan perintah root apt-get install crontab. Untuk membuat penjadwalan jalankan perintah crontab -e. Lalu isi dengan format penulisannya * * * * * perintah. Penjelasannya sebagai berikut :
* pertama untuk menentukan menit ke berapa dari 0 - 59 perintah tersebut dijalankan.
* kedua untuk menentukan jam ke berapa dari 0 - 23 perintah tersebut dijalankan.
* ketiga untuk menentukan hari ke berapa dari 1 - 31 perintah tersebut dijalankan.
* keempat untuk menentukan bulan ke berapa dari 1 - 12 perintah tersebut dijalankan.
* kelima untuk menentukan hari ke berapa dari 0 - 6 (minggi - sabtu) perintah tersebut dijalankan. 
Contoh untuk menjalankan dalam background setiap tigapuluh menit pada hari jumat program terminal yang telah kita buat adalah */30 * * * 5 ./belajar.sh.

Terdapat juga format waktu khusus seperti :
@hourly, untuk menjalankan perintah setiap jam yang fromat manualnya 0 * * * *
@daily, untuk menjalankan perintah setiap hari yang fromat manualnya 0 0 * * *
@weekly, untuk menjalankan perintah setiap minggu yang fromat manualnya 0 0 * * 0
@monthly, untuk menjalankan perintah setiap bulan yang fromat manualnya 0 0 1 * *
@yearly atau @annualy, untuk menjalankan perintah setiap tahun yang fromat manualnya 0 * * * * *
@reboot, untuk menjalankan perintah setiap startup.

Untuk melihat penjadwalan yang telah kita buat, gunakan perintah crontab -l dan untuk menghapusnya gunakan perintah crontab -r.

at

Selain crontab, perintah yang seing dipakai untuk masalah penjadwalan adalah at langsung mengeksekusi perintah at diikuti atribut waktu. Contoh at 05:00 AM. Selanjutnya masukan perintah-perintah yang ingin dieksekusi. Contoh memanggil program alarm, ./alarm.sh. Lalu keluar dari eksekusi at dengan Ctrl + D. Selesai, selamat anda tidak akan kesiangan lagi.. he..


Nah, selanjutnya untuk mengetahui penjadwalan yang kita telah buat dapat menggunakan perintah atq san utnuk menghapus penjadwalan tersebut, gunakan perintah atrm [nomor perintah].




Soldering [Ilmu Dasar]

Menyolder adalah kegiatan yang simpel, tetapi jika menyolder asal jadi maka akan menimbulkan kerugian. Kerugian baik dari segi komponen, keselamatan, atau material. Memang denga mencoba-coba sendiri akan mendapatkan ilmu yang berharga, tetapi mendapat ilmu dari pengalaman orang lain lebih berharga. Oleh karena itu, perlu ilmu atau teknik dasar menyolder yang baik dan benar. Kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman menyolder yang saya dapat selama ini.

Pertama, berkenalan dulu dengan alat dan bahan yang sering digunakan:

1. Solder
Solder merupakan alat yang penting dalam soldering. Solder berfungsi sebagai sumber panas untuk melehkan timah. Pemilihan jenis solder yang salah atau tidak sesuai dengan kebutuhan akan menimbulkan kerugian. Seperti rusaknya komponen karena solder terlalu panas atau timah hasil solder yang tidak rapih atau menmpel dengan komponen lain sehingga menimbulkan konslet. Oleh karena itu, perlu memilih jenis solder sesuai kebutuhan. Untuk menyolder komponen yang rentan rusak karena panas berlebih seperti IC atau LED gunakanlah solder dengan watt yang kecil 20-30watt, harganya sekitar 70k. Untuk menyolder kaki-kaki IC atau komponen yang sangat kecil pakailah solder dengan mata solder yang kecil (sekitar 0.3mm). Tetapi untuk menyolder komponen yang tidak rentan rusak terkena panas berlebih cukup solder dengan 60-80watt, harganya sekitar 10k. Selain itu  ada juga solder uap. Solder ini berfungsi untuk mengangkat dan memasang komponen SDM, BGA, dan komponen kecil lainnya. Harga solder uap ini sekitar 600k, waw.. mahal sekali.. hanya sebagai pengetahuan...
solder

solder IC

solder uap

2. Timah/Tinol
Selain solder, yang tidak kalah pentingnya adalah timah. Timah ini berfungsi sebagai perekat antara kedua komponen. Sama peperti soder, kesalahan memilih jenis timah juga akan mengakibatkan beberapa kerugian. Seperti hasil solder tidak rapih sehingga dapat menimbulkan konslet. Oleh karena itu, perlu untuk memilih jenis timah yang sesuai kebutuhan. Untuk menyolder komponen yang kecil seperti kaki IC, gunakan solder berdiameter sekitar 0.3mm, tetapi untuk komponen seperti transistor atau LED cukup yang berdiameter 0.8mm. Selain besar diameter, komposisi campuran bahan timah:timbal pada tinol juga akan berpengaruh dan memiliki sifat yang berbeda. Seperti 60/40 memiliki titik lebur 183-188 celsius, namun untuk 63/37 memiliki titik lebur 182 celcius.

timah

3. Pasta Solder
Sebernarnya menyolder dapat dilakukan hanya dengan solder dan tinol, tetapi untuk mendapat hasil yang baik diperlukan alat dan bahan bantu seperti pasta solder ini. Pasta solder berfungsi untuk membersihkan timah yang merekat pada ujung solder. Cara membersihaknnya dengan mencelupkan ujung solder yang kotor ke pasta solder.

pasta solder
4. Spon Timah
Setelah ujung solder dicelupkan pada pasta solder, untuk membersikan sisa pasta solder dan timah dapat dilakukan dengan spon timah. Spon ini memiliki daya serap tinggi dan komposisi spon lebih banyak dibanding udara.
spon solder

5. Solder Wick
Bahan bantu lain yang tidak kalah penting yaitu solder wick. Fungsi solder wick yaitu untuk mengangkat sisa timah yang kecil dan banyak pada papan PCB atau pada komponen seperti IC. Caranya yaitu dengan menempelkan solder wick pada timah yang akan di bersihakan lalu memanaskan solder wick dengan solder.

solder wick

6. Pinset
Pinset adalah salah satu alat yang sangat penting bagi saya. Karena degan alat ini bisa mengatasi kekurangan kinerja jari tangan yang tidak bisa memegang komponen-komponen tertentu. Pinset didesain khusus untuk memengang komponen tertentu sehingga banyak macam jenisnya. harga pinset sekitar 20k untuk empat jenis.
pinset


7. Tang Santus
Tang ini memiliki gigi penjepit yang tajam jan kuat, berfungsi untuk memotong kaki komponen yang terlalu panjang sehingga hasil soldering terlihat rapih. Harga tang santus dipasaran yang murah harganya sekitar 30k.

tang santus

8. Kabel Jumper
Karena kaki komponen dipotong, lalu untuk menghubungkan dengan komponen lain dapat memakai kabel jumper. Selain itu kabel jumper sering juga digunakan untuk memodifikasi MB (motherboard) pabrikan. Kabel jumper biasanya dijual per gulung, ada juga yang per meter. Kita juga dapat menggunakan kabel kecil sisa sebagai kabel jumper, seperti kabel LAN sisa.

9. PCB Holder
PCB holder berfungsi sebagai penahan PCB. Sehingga  kedua tangan dapat berkonsentrasi memegang alat lainnya.
PCB holder

10. Pegangan Solder
Pemegang solder ini berfungsi sebagai tempat peletakan solder ketika sedang tidak terpakai.
pegangan solder


11. Penyedot Timah
Selain solder wick, alat ini juga dapat mengangkat timah, tetapi memiliki fungsi khusus masing-masing. Kalau solder wick khusus pada daerah yang datar, penyedot timah dapat mengangkat timah pada daerah yang kurang datar, tetapi dalam segi kuantitas lebih sedikit.

penyedot timah



Cara Penyolderan:
1. Analisis dulu rangkaian yang akan kita buat. Sehingga kita tahu alat dan bahan yang kita perlukan.
Misal:
Membuat rangkaian seri dan paralel dengan LED, resistor, dan baterai.

2. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Misal:
Alat    --> Solder 30 watt, Pegangan Solder, Penyedot Timah, dan Tang Santus
Bahan --> Timah 0.8mm 60/40, Pasta Solder, PCB, LED 2 buah, resistor 4 buah, Baterai 9 volt dan Kabel Jumper

3. Letakan solder pada dudukan dan panaskan.

4. Buatlah rangkaian terlebih dahulu dengan menghubungkannya dengan kabel. Hal ini untuk mengecek apakah rangkaian berfungsi atau komponen rusak atau tidak sebelum disolder.

5. Setelah dicek berfungsi dengan baik dan solder sudah panas. Pasang komponen pada PCB dan solder kaki-kakinya.

6. Potong kaki-kaki komponen yang berlebih.

7. Hubungkan komponen-komponen dengan kabel jumper.

8. Rapihkan rangkaian, jika ada kesalahan soldering, timah dapat diangkat dengan penyedot timah.


Hasil soldering :






Peringatan!
Bagi yang mengutip artikel ini tanpa izin penulis blog dan tidak sesuai kaidah kutipan dalam bahasa Indonesia, penulis tidak ikhlas dunia dan akhirat.

Pustaka Gambar

Basis Data


Berawal dari istilah belum dikatakan orang beriman jika belum membagikan ilmunya kepada orang lain, saya ingin membagikan ilmu basis data yang saya dapat semenjak kuliah. Sebenarnya ini adalah salah satu tugas dari asdos basdat untuk membuat resume pertemuan pertama praktikum basis data, he.. he.., tetapi kalau hanya itu yang saya bagikan, saya jamin manfaatnnya hanya untuk tugas, kalau orang awam yang ingin belajar basis data degan membaca ini pasti sulit mengerti. Karena itu dengan ini saya minta izin ke asdos basdat untuk sedikit menambah materinya. Memang dari awal saya berniat untuk membagikan ilmu yang saya dapat diperkuliahan dengan menuliskannya di website atau di blog, tetapi hal tersebut tertunda terus, maklum kuliah sibuk.. :) Eee.. jadi curhat.

Pengertian Basis Data

Basis data berasal dari gabungan kata basis dan data. Basis berarti gudang atau tempat kumpulan sesuatu. Data adalah fakta yang mewakili objek, contohnya barang, hewan, manusia, dan dapat pula berupa peristiwa. So.., basis data adalah tempat berkumpulnya data yang saling berhubungan yang disimpan dengan cara tertentu sehingga memudahkan pengolahan dan pengunaannya sesuai kebutuhan. Intinya dengan basis data ini kita dapat mengolah data secara baik sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bagaimana cara membuat basis data?

Membuat Basis Data

Untuk membuat basis data, program yang diperlukan antara lain:
  1. XAMPP
  2. Notepad++
  3. Comand Prompt
Download dan install program-program tersebut. Untuk Comand Prompt sudah ada di windows.
Buka XAMPP Control Panel lalu klik tombol Start pada Module Apache dan MySQL sehingga tampilanya seperti ini:



Setelah itu jangan diclose XAMPP Control Panelnya lalu buka Comand Promt, ketikan cd c:\xampp\mysql\bin itu lokasi folder xampp saat installasi setelah itu tekan Enter. Selanjutnya ketikan mysql -u root lalu tekan Enter. Ini tampilanya setelah langkah tersebut:


Sebenarnya membuat basis data hanya dengan Comand Prompt dan XAMPP bisa dilakukan yaitu mengetikan kodenya langsung di Comand Prompt, tetapi untuk memudahkan pekerjaan kita memakai Notepad++ untuk menuliskan kodenya. Buka Notepad++ dan klik Language --> S --> SQL.


Kita bekerja di space putih. Untuk membuat basis data kita memakai perintah DDL (Data Definition Language) sebagai berikut : 

A. Create (membuat): 
  1. create database
  2. create function
  3. create index
  4. create procedure
  5. create table
  6. create trigger
  7. create view
B. Alter & Rename (mengubah):
  1. alter database
  2. alter function
  3. alter procedur
  4. alter table
  5. alter view
  6. rename table 
C. Drop (menghapus): 
  1. drop database
  2. drop function 
  3. drop procedure
  4. drop table
  5. drop trigger
  6. drop view
 

Untuk membuat database kita pake perintah create database. Ketikan create database kuliah; di Notepad++. Artinya kita membuat database bernama kuliah. Setiap perintah diakhiri dengan tanda ; (titik koma). Lalu blok perintah tersebut dan tekan Ctrl+C (copy). Klik kanan pada Comand Promt, pilih paste, dan tekan Enter, taraa.. database berhasil dibuat.


Database berhasil dibuat

Membuat database ibaratkan membuat sebuah lemari. Sekaran kita membuat isinya yaitu berkas-berkasnya dalam basis data disebut tabel, tetapi sebelum itu kita ketikan perintah menggunakan database kuliah. Caranya ketikan use kuliah; di Notepad++ dan jalankan di Comand Prompt seperti tadi. Setelah itu, kita membuat tabel dengan perintah:

create table mahasiswa(
NIM varchar(15) primary key,
Nama varchar(25) not null,
Nilai varchar(3) not null);

Artinya kita membuat tabel mahasiswa yang isinya terdiri dari kolom NIM, Nama, dan Nilai yang dapat diisi dengan jumlah karakter 15, 25, dan 3. Primary key artinya bahwa isi kolom tersebut harus berbeda dengan yang lain. Sementara not null artinya kolom tersebut tidak boleh kosong. Untuk primary key dengan otomatis juga akan bernilai not null. Varchar adalah salah satu tipe data. Dibawah ini macam-macam tipe data:

A. Bilagan
  1. tinyint
  2. samllint
  3. int
  4. bigint
  5. float
  6. double
  7. real
  8. decimal
B. Tipe data tanggal, jam, dan hari
  1. date
  2. time
  3. datetime
  4. timestamp
  5. year
C. Tipe data lain
  1. char
  2. varchar
  3. tinyblob
  4. tinytext
  5. mediumblob
  6. mediumtext
  7. longblob
  8. longtext
  9. enium
  10. set
Setelah membuat tabel, sekarang kita mengisi tabel tersebut dengan memakai perintah DML:

insert into mahasiswa values
('1304482','Arief Novianto','A'),
('1308342','Zaen Fawaid','B'),
('1303557','Rani Puspita','A');


Keterangan:
Urutan format isi tabel mengikuti urutan kolom pada tabel dari kiri, ('NIM','Nama','Nilai').

Dibawah ini beberapa perintah DML :
  1. insert
  2. select
  3. update
  4. delete


Setelah membuat tabel, kita akan menampilkannya dengan perintah select *from mahasiswa;
Untuk menampilkan dengan kondisi tertentu, kita harus memodifikasi sedikit kodenya.

Contoh:
Untuk menampilkan yang memiliki nilai A
select *from mahasiswa where Nilai='A';

Untuk menampilkan yang memiliki NIM berakhiran karakter 2
select *from mahasiswa where NIM like '%2';




Untuk menampilkan NIM yang memiliki Nama yang mempunyai karakter r di tengah
select NIM from mahasiswa where Nama like '%r%';



Nahh.., bagaimana jika kita ingin mengubah atau menghapus isi tabel? Kita dapat memakai perintah DML update atau delete.

Contoh:
Untuk mengubah NIM dengan Nama Arief Novianto menjadi 1209988 di tabel mahasiswa
update mahasiswa set NIM='1209988' where Nama='Arief Novianto';

Untuk menghapus yang memiliki Nilai B dari tabel mahasiswa
delete from mahasiswa where Nilai='B';



Untuk lebih mudah mempelajarinya silahkan lihat screenshot langkah-langkah dibawah ini:







Peringatan :
Untuk yang copas ini, saya tidak ihklas dunia akhirat.